Jeno keluar dari kantor dosen dan melihat jam di pergelangan tangannya. 15 menit lamanya ia meninggalkan Angel sendiri di kantin. Jika saja dosennya itu tak mengajaknya berdiskusi tentang penelitian Jeno selanjutnya, ia pasti sudah duduk manis menemani Angel makan saat ini. Kaki nya berjalan cepat menuju Kantin Fakultas. Ia memepercepat langkahnya guna cepat sampai dan menemui Angel. Dari kejauhan Jeno dapat melihat tempat duduk Angel yang penuh dengan mahasiswa laki-laki. wajahnya mengeras menahan kesal. Di sana, anak manisnya itu tengah di kerubungi oleh para mahasisiwa yang mencoba mendekati Angel. Ia mengepalkan tangannya dan memperhatikan para mahasiswa itu. ia mengingat-ngingat wajah mereka dan merencanakan segala macam kejadian yang tentunya kalian tak ingin ta

