Bab 15

1611 Words

Bab 15 Aku menekan kepala lebih keras. Pesan Mas Gading kian menambah denyutannya. Mau menolak langsung, sangat tak tega. Mendiamkannya juga, lebih-lebih. Nailah: Ummi dan Azmi kok ninggalin Nailah tadi? Tulis gadis itu pada sebuah pesan di aplikasi chat. Peningku seakan berkurang dengan melihat emoticon sedihnya yang berjejer banyak. Anak itu! Ntar Azmi bawain bakso baka.r Sama, dia hanya membalas dengan emoticon sedih tambah banyak. Eh, ini anak pintar juga akting merajuk. “Bulan! Dari tadi bang Gading nungguin!” teriak Reta dari sebelah. Ah, berbalas pesan dengan Nailah, membuat telinga tak mendengar bunyi klakson di luar. “Aku cuma mengantar doing, baru pulang. Memastikan kamu dan Azmi sampai dengan selamat.” Mas Gading memulai percakapan sambil menyetir, Reta mengangguk tanda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD