4. 1

1091 Words

"Yakin, lo enggak apa-apa, Dee?" Tatapan khawatir dari Sean sudah lebih dari cukup untuk mengobati sakit kepala Darius. Memang sial, saat di lokasi pendopo tua tadi, Darius benar-benar tak melihat ada dahan pohon rapuh sebesar betis yang melintang di atasnya. Hingga saat dia melintas di bawahnya, pohon sial itu pun jatuh menimpa kepala Darius. Dia sempat pingsan beberapa waktu. Setelah sadar, dirinya sudah berada di sebuah klinik umum yang tak jauh dari lokasi. Hanya Sean yang menemani. Joe dan Claud sudah pulang lebih dulu. Tentunya, setelah Claud melebih-lebihkan tragedi jatuhnya dahan pohon itu sebagai pertanda jika mereka dilarang untuk memasuki kawasan itu lebih jauh lagi kepada subscribers-nya. Dasar penakut! Darius meringis saat tangannya gatal ingin memegang kain kasa yang mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD