Chapter 44

1191 Words

Ketika malam tiba, Aini diberitahu oleh Jingmi untuk makan malam. Aini berjalan ke meja makan, ketika dia memasuki ruang makan, sudah ada Shen Mujin duduk sambil menunggunya. Laki - laki ini seperti jelankong saja. Tiba - tiba menghilang dan tiba - tiba muncul. Macam makhluk astral. Batin Aini. Aini berjalan dan duduk di kursi berhadapan dengan Shen Mujin. "Bagaimana harimu hari ini?" tanya Shen Mujin. "Bagaimana perasaan sandera di dalam sel tahanan pelaku penculikan?" tanya Aini balik. Shen Mujin tersenyum. "Hari ini aku sangat lapar." "Makan," balas Aini. "Ya, makan. Ayo." Ajak Shen Mujin. Di pertengahan makan malam, suara Shen Mujin terdengar. "Aku belajar dua artikel tentang hak dan kewajiban suami dalam Islam." Aini yang sedang menyendokan nasi ke dalam mulut menjadi terhe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD