Kedatangan Dokter Hana

457 Words
Zafrel mengambil handphone dari sakunya. " Halo Han, Lagi sibuk enggak " " Iya Halo pak, Kebetulan lagi enggak sibuk, cuman baru mau pulang dari Rumah Sakit " " Ada apa ya pak....? " Tanya Hana " Maaf Han, bolehkan saya meminta tolong ? " " Boleh kok pak, meminta tolong apa ? " Hana bertanya oek.... oek ..... oek .... " Itu Rizky sedang menangis pak, apa Rizky demam lagi " " Itu dia Han, saya mau minta tolong untuk kerumah saya, karena saya tidak bisa menenangkan Rizky walau sudah saya kasih s**u ia tetap menangis " " Oh gitu baik pak saya kesana, Alamat rumah bapak dimana ya? soalnya ini saya sudah diparkiran motor, jadi saya enggak bisa lihat data " " Nantik saya wa ya Han, tapi sebentar, kamu naik motor malam gini " " Heheheh iya pak, soalnya lebih cepet sampek nya " " Nantik biar supir saya yang jemput kamu di Rumah Sakit, kamu tunggu di lobby Rumah Sakit ya Han " " Tidak perlu repot - repot pak saya bisa kesana sendiri tinggal Pak Zafrel sebutkan alamat rumah Pak Zafrel " " Baiklah kalau begitu Han saya tunggu dirumah. Alamatnya Perumahan Pondok Mutiara No 26, kamu tau kan alamat nya itu " " Oh iya pak saya tau, setengah jam lagi saya sampai ya pak " sambil menutup telepon dan bergegas meluncur kerumah Pak Zafrel. Tak butuh waktu lama Aku pun sudah sampai dirumah Pak Zafrel " Assalamualaikum pak " " Wa'alaikumsalam " " Maaf ya Han merepotkan malam - malam gini " " Tak apa kok pak, malahan saya senang bisa membantu " " Ayo masuk Han, Rizky masih menangis terus " " Ma.... mama, ini Dokter Sasmita sudah datang " sang mama keluar kamar sambil menggendong sang cucu yang masih menangis dari tadi Tak butuh waktu lama Aku pun mengambil Rizky yang sedang menangis sari gendongan sang mama mertua Pak Zafrel. " Maaf ya tante boleh aku gendong Rizky " " Boleh kok Nak Dokter " " Semoga Rizky segera berhenti dari nangis nya, mungkin dia rindu dengan mamanya " Isyarat Mama mertua Pak Zafrel kepadaku. selang beberapa waktu Rizky yang mulai berhenti dari tangisan nya serta tertidur lelap dalam gendongan ku. " Ya Allah, cobaan apa yang Engkau berikan kepada bayi mungil ini " tak terasa air mataku menetes melihat Rizky yang tertidur pulas dalam pelukannku. " Terimakasih ya nak Dokter sudah mau datang dan menenangkan cucu ibu " " Sama - sama bu, saya juga senang bisa membantu menenangkan Rizky, rasanya saya juga kangen ngk bertemu Rizky " Ku seka air mata yang mengalir dipipiku. " Nak dokter menangis ? " " Eh eggak kok bu, cuman enggak tega aja bayi sekecil ini harus kehilangan ibunya "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD