"Benar, Pak. Orang ini yang datang bersama Ibu Tamara." Tubuhku terasa lemas mendengar jawaban Marina. Sedikit pun tidak menyangka pada akhirnya Tamara dan Erland bekerja sama dan mengkhianatiku. "Ternyata dugaan kita benar, Yang," ucap Alex memasukkan kembali handphone ke dalam saku celana. "Ya udah gak apa-apa. Marina sekarang aku mau tanya. Apa kamu yakin, shooting ini gak kekurangan badget?" Aku harus memastikan lagi, khawatir yang dikatakan Tamara benar adanya. Meskipun kabar kedekatan Tamara dengan Erland membuatku sakit hati. Bukan karena aku cemburu tetapi kenapa Tamara tidak peduli dengan rasa sakit hatiku ini? Astaghfirullah ... "Sangat yakin, Bu. Selama ini kan Ibu selalu memberikan budget di luar prediksi. Bahkan di saya masih ada sekitar belasan juta lagi. Mungkin nanti

