"Ma-maafkan saya karena sudah menganggu kegiatan Pak Billy dan juga Bu Clarissa." Bunga menundukkan kepalanya lalu segera keluar dari ruangan Billy. Dia menutup pintu ruangan Bosnya begitu saja. "Tahan, tahan, tahan, huft." Bunga menarik nafasnya lalu mengaturnya, dia mengipas wajahnya yang saat ini sudah memanas. Padahal dia sudah mengetahui wanita seperti apa Clarissa itu, namun tidak bisa dipungkiri bahwa perasaan cemburu masih saja menyelimuti hatinya. "Kenapa rasanya seperti ini sih," Serunya. Sementara didalam ruangan Billy, Clarissa saat ini sedang mengamati wajah gelisah pria itu, "Maafkan aku, Bil. seharusnya tadi aku tidak memeluk kamu." Ujarnya dengan wajah menyesal. "Sungguh aku tidak tau kalau Bunga akan menjadi salah paham setelah melihat kejadian barusan, bisakah aku men

