"Gue kecewa sama lo, Ber." Berlian tidak berhenti menangis dan terus meminta maaf kepada Satria. Berlian tahu bahwa dirinya egois yang lebih mementingkan keinginannya daripada sahabatnya sendiri. Entah, Berlian tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk bisa memperbaiki semuanya. "Gue nggak tahu kalau akhirnya jadi kayak gini. Gue minta maaf, Satria." Sorot mata Satria benar-benar kecewa. Berlian yang selama ini selalu ia bela ternyata berhasil mengecewakan persahabatannya. "Kalau aja lo dateng ke rumah Luna saat itu, Luna nggak mungkin di rumah sakit, Ber. Di mana lo waktu dia butuh lo?" Satria tersenyum kecut. "Lihat mantan lo yang ternyata cuma bisa nyakitin lo doang?" Berlian tidak bisa menghentikan tangisnya. Hatinya terasa sesak dengan apa yang harus ia terima saat ini. "Luna k

