"Enak aja gue duluan yang ngantre!" sewot Berlian ketika Beni dan Tora memotong antrean mie ayam Mang Wawan. Pasalnya sedari tadi banyak siswa yang berebut untuk dilayani mie ayam oleh Mang Wawan. "Mang, punya Berlian mana?" seru Berlian tak sabar. "Sabar ya, Neng." ujar Mang Wawan dengan profesional meracik beberapa mangkuk mie ayam. "Mang, urang heula atuh!" seru Tora ikut-ikutan tak sabar membuat Berlian melotot kesal. "Mang Wawan, daunnya yang banyak!" Beni tak mau kalah membuat Berlian semakin kesal di tempatnya. Tangannya terangkat membentuk sebuah tinju di udara, berusaha mengancam kedua lelaki yang terus saja berisik. "Astagfirullahaladzim!" Tora menggelengkan kepalanya. "Istigfar, Ber." Melihat Berlian melotot membuat Beni bersembunyi di balik punggung Tora. "Pantesan diputus

