Berlian meregangkan otot-otot persendiannya yang terasa nyeri. Mengangkat beberapa buku paket tebal membuat tangannya sakit. Dua s**u kotak stroberi sudah tandas di hadapannya. Kini ia bisa bernapas lega di kursinya. Beruntung hari ini Pak Damono memberikan waktu di jam pelajarannya untuk persiapan ujian praktek, setidaknya ia bisa sedikit bersantai sekarang. Entah sejak kapan Luna sudah berada di dalam kelas sedari tadi. Wajahnya masih terlihat pucat meski tidak sepucat tadi. Berlian sudah memaksanya untuk kembali saja ke UKS, tetapi Luna tidak mau. Berlian hanya bisa menghela napas dengan tingkah keras kepala sahabatnya itu. Satria masuk ke kelas dengan tergesa-gesa disusul oleh Radit di belakangnya. Satria mengatur napasnya yang tersengal dan bisa bernapas lega ketika mendapati Luna d

