Ale terlihat menunduk sambil memilin sarung bantal yang ada di pangkuannya. Sementara itu, di depannya ada Emily dan Cassie yang menatapnya, menanti jawaban. Cassie mengguncang tangan Ale tak sabar. "Ayo, Ale, katakan bagaimana bisa kau bertemu Mason?" Sejak pertemuan pertama mereka sebulan lalu, Cassie memang penasaran, tetapi selalu saja ada kendala saat ingin menanyakannya baik pada Ale ataupun Mason. Kini, mumpung ia sedang berkumpul dalam malam gadis sebelum pesta pernikahan esok, ia takkan menyia-nyiakan waktu untuk mengobati kepenasarannya. "Ya, Ale, katakanlah." Emily ikut memaksa. Dalam beberapa saat Ale masih bungkam. Setelah menarik dan mengembuskan napas panjang berulang kali, mulailah wanita itu bercerita. Menurut Ale, pertemuan mereka diawali saat wanita itu dirampok. Sa

