Bab 14

916 Words

Pagi hari setelah negosiasi paviliun rehabilitasi darurat malam itu, atmosfer di meja makan kediaman Wicaksono terasa begitu kaku. Rania turun dengan pakaian kasualnya, wajahnya tampak lebih segar karena kepastian kondisi ayahnya, meskipun matanya masih menyisakan sedikit lingkaran hitam. Di ujung meja, Raka sudah duduk tegap dengan kemeja kerja yang lengannya digulung hingga siku. Di hadapan pria itu, sebuah map dokumen kontrak baru mengenai biaya paviliun khusus sayap barat rumah sakit sudah tergeletak rapi. Tepat saat Rania hendak menarik kursi yang berada agak jauh dari Raka, Hanny melangkah masuk dari arah dapur sambil menuntun Nina yang sudah rapi dengan seragam TK-nya. Hanny mengenakan celemek rajut di atas terusan rumahan yang tampak teramat serasi, membawa semangkuk bubur ayam k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD