Renal menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Sudah sekitar satu jam lebih dua puluh menit, dia berdiri di depan kamar mandi. Mungkin jika lama-lama dia berada di sini, akan dikira dokter c***l. Dan ini hanya gara-gara sahabat rasa musuh itu. Siapa lagi jika bukan Arham yang kini mendekam di dalam kamar mandi berjam-jam. Sampai-sampai Renal harus pegal-pegal karena terlalu lama berdiri. Untung hari ini jam terbang Renal masih lama. Karena memang dia masuk sedikit sore. Tapi karena Arham tiba-tiba menelfon dan heboh menyuruh dirinya untuk datang. Jadi mau tidak mau Renal buru-buru datang, karena takutnya terjadi sesuatu pada Arham. Dan setelah sampai, Arham hanya menyuruh Renal untuk menemaninya ke kamar mandi. Katanya takut ada yang mengintip. Padahal siapa sih,

