Pukulan Keras

1582 Words

“Kak, sepertinya pertanyaanmu terlalu menjurus ke hal pribadiku?Apa aku boleh untuk tidak menjawabnya?” Felove berkata cukup lirih ke arah Zen. “Aku mohon jawablah!” Zen seperti melihat cahaya di mata Felove ketika memikirkan jawaban dari pertanyaannya saat ini, Zen punya firasat bahwa Felove sebenarnya sudah jatuh cinta dengan Marel dan pernyataan cintanya kali ini pasti akan gagal. Felove masih kelu untuk menjawab dengan bibirnya, dia menatap Zen sambil terus berfikir. Zen disana juga tidak ingin malu dan dia memang ingin menang dari Marel. Dia memutar segala cara di otaknya agar dia tidak terlihat kalah kali ini. “Kamu boleh menjawab dengan tidak jujur!” ungkap Zen lirih. Zen berharap jika Felove tidak ada perasaan apapun dengan pria itu, penantiannya beberapa tahun ini akan sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD