Satu hal yang sangat Bian inginkan namun Bian tau bahwa dia tak akan pernah bisa mendapatkannya yaitu, bisa hidup bersama Kak Davi dan bisa tinggal bersamanya. ******* Aroma menyengat obat, diaphragm stetoskop yang terasa dingin saat bersentuhan dengan kulit di dadanya, Nasal kanul yang dipasang ke hidungnya guna membantunya bernafas, serta jarum infus yang tertusuk ke tangannya. Meaki mata itu terpenjam namun Bian masih dapat merasakan itu semua. Dia masih dapat mendengar suara suster dan Dokter Adrian yang sedang berbicara. Oh Tuhan... Kenapa hal ini harua terjadi lagi? Kenapa tubuhnya begitu lemah? Padahal dia sangat ingin mencari Davino, tapi kenapa penyakit sialan ini malah kambuh. Air mata Bian mengalir dari sudut matanya, lalu ritne jantung itu pun melemah perlahan dan kurfa di la

