Karen meletakkan botol air mineral yang dibawanya di lantai, membantu seorang wanita yang baru saja jatuh karena kaki tidak bertanggungjawab dari seseorang. Buku-buku tebal yang dibawanya pun jatuh berhamburan di lantai. Awalnya beberapa mahasiswa yang berada di lorong tertawa-tawa dengan keras, mengejek wanita itu. Namun Karen membantunya, tidak ada yang berani bersuara. Perlahan lorong yang tadinya ramai menjadi sangat senyap. "Miss, baik-baik saja?" Tanya Karen yang membereskan tumpukan buku yang berserakan di lantai itu. Wanita itu mendongakkan kepalanya dan tidak sengaja bertatapan dengan Karen. Mereka pernah bertemu—sebelum di kampus. Karen masih memberikan senyuman semanis pertama kali mereka bertemu. Bahkan tatapan matanya yang teduh masih menjadi daya tarik tersendiri untuk se

