JENGGALA SENJA : Sebuah Pemakaman

1032 Words

Payung-payung hitam dibentangkan oleh beberapa orang yang kebetulan mengenakan pakaian hitam pula. Ada sebuah tenda besar yang menaungi orang-orang itu, namun tetap saja penggunaan payung hitam sudah menjadi salah satu tradisi yang tidak akan bisa untuk dihilangkan ketika berada di pemakaman. Awan pun mulai menghitam, tanpa hujan akan segera turun—membuat beberapa orang wanita yang berdiri di sana ketar-ketir, takut gaun mereka akan rusak karena air hujam. Sayangnya, mereka tak berani untuk meninggalkan tempat sebelum sang pria berjas hitam yang menangis di depan pemakaman itu membubarkan semua orang. Mereka pura-pura ikut berduka, memasang wajah sedih dan menundukkan kepalanya. Padahal mereka diam-diam mengumpat di dalam hati, meminta agar segera menyelesaikan sesi memuakkan semacam ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD