Di mulai dari membuat ruang peneliti untuk App0 yang berada di dalam suatu benda menyerupai koper baju. benda itu mereka letakan di dalam sebuah lemari pakai di kamar ipul, hal itu bertujuan agar tidak ada yang tau dan curiga dengan apa yang sedang mereka lakukan.
Di tambah juga dengan semua aktifitas normal yang biasa ipul laku kan di luar rumah, membuat kamar tersebut terlihat seperti kamar biasa.
Namun saat ipul sudah selesai beraktifitas diluar, ia pun bisa ikut membantu App0 diruang penelitiannya.
Dengan alat yang telah dibuat App0, Ipul bisa dengan mudah keluar masuk ke ruang penelitian yang berukuran kecil itu, dan tidak lupa App0 membuat tubuh hologram yang menyerupai ipul yang sedang tidur di kamarnya.
Dan dengan semua itu, mereka bisa lebih leluasa melakukan satu demi satu penelitian yang telah mereka rencanakan dan mereka sepakati.
Di mulai dari satu mesin projek yang baru mereka rakit, dan baru 30 persen pengerjaannya. Yang di perkirakan akan selesai paling lama dalam waktu 15 hari.
Dan jika projek ini berhasil maka akan menjadi satu penemuan yang luar biasa dari salah satu penemuan ilmu sains yang sudah ada saat ini.
Hari-hari pun berlalu begitu cepat, kini mesin yang mereka coba rakit satu persatu pun telah selesai di dalam ruangan laboratorium App0 dan siap untuk di uji cobakan.
Dengan penuh keyakinan penemuan ini akan berhasil. Serta rasa tidak sabar, membuat mereka ingin segera melakukan percobaan yang pertama menggunakan objek uji berupa benda yang tak bernyawa dan tak bergerak. mereka berdua pun telah bersiap melakukan percobaan pertamanya.
Dengan menghitung mundur, mereka pun segera menekan tombol power yang sudah terhubung ke mesin yang telah mereka buat. dan seketika itu juga mesin tersebut langsung bekerja, dalam hitungan sepersekian detik media uji itu pun terurai menjadi partikel atom dan lenyap seketika.
Melihat hal itu, Sentak mereka berdua meloncat kegirangan dan berseru
"yahhuuu berhasil.!" Teriak mereka kegirangan seraya melakukan tos tanda keberhasilan mereka.
Setelah melihat alatnya berkerja dengan baik dan benar, App0 pun bergegas ke monitor untuk mencoba memastikan apa alat itu sudah benar-benar bekerja sesuai yang telah ia program.
Dan benar saja, di monitornya sudah terlihat jelas data yang telah terperinci dan akurat tentang benda yang ia pakai sebagai media uji tadi.
Karna masih belum begitu yakin dengan kesuksesan alat ciptaannya itu, mereka pun sepakat mencoba kembali menguji alat tersebut dengan masa dan ukuran yang lebih besar.
Namun mereka tidak bisa lansung mencobanya lagi, karena alat tersebut harus di nonaktifkan terlebih dahulu selama 30 sampai 60 menit setelah pengoperasian.
Sembari menunggu, mereka pun mencoba menganalisa data benda yang pertama mereka gunakan tadi. Analisa tersebut bertujuan untuk mencegah resiko kegagalan serta mencari tahu dampak apa saja yang berpengaruh pada media uji nantinya.
Setelah mereka selesai membaca dan menyimpulkan semua data yang mereka peroleh, waktu percobaan kedua pun tiba. Dengan segera mereka meletak media uji coba yang kedua pada mesin itu, lalu mengoperasikan mesin dengan tahapan yang sama seperti yang dilakukan mereka tadi.
Seketika itu juga mereka terkejut melihat media uji kedua yang mereka gunakan itu, terlihat seluruh bagiannya yang sudah berubah menjadi partikel atom kembali ke bentuk semula. Dan benda tersebut tidak langsung menghilang, seperti pada percobaan yang pertama.
Raut wajah keduanya terlihat sedih dan kecewa karna melihat percobaan keduanya gagal. App0 pun terdiam sejenak dan berpikir tentang kemungkinan yang bisa saja terjadi. Ia pun segera mencari tahu penyebab yang terjadi melalui layar monitor utamanya, dan mencari solusi untuk menyelesaikannya.
Tak lama kemudian ia mengetahui apa yang penyebab kegagalan nya, dan dengan segera perbaiki nya. dari situlah ia mulai memahami secara penuh kinerja mesin yang telah mereka buat.
Dengan sentuhan tangan terampil dan otak yang cerdas, App0 pun mulai memprogram ulang mesinnya agar dapat berfungsi dengan baik.
Setelah 60 menit berlalu dari percobaan keduanya yang gagal tadi, mereka pun mencoba melakukan ujicoba kembali. dan percobaan itu berhasil, seperti percobaan yang pertama.
Setelah itu Mereka langsung ingin segera melakukan percobaan selanjutnya, dengan menggunakan media makluk hidup yang bisa bergerak seperti hewan.
Oleh karena waktu sudah tidak memungkinkan, mereka pun menunda pengujiannya esok hari. lalu mereka pun memutuskan untuk tidur, dan akan melanjutkan pengujian tersebut setelah Ipul selesai beraktifitas.
Di keesokan harinya mereka pun memulai percobaan selanjutnya lebih awal dari yang kemarin. Karena hari ini hari libur, jadi ipul memutuskan untuk tidak kemana-mana dan meminta mempercepat melanjutkan percobaan yang kemarin.
Setelah mempersiapkan semua alat dan perlengkapan yang diperlukan, mereka pun segera memulai percobaan ke empat menggunakan hewan sebagai media uji mereka.
Seperti biasa hewan yang mereka gunakan adalah hewan yang kerap dipakai sebagai bahan percobaan di sebagian banyak laboratorium.
Hewan yang sudah di pakaikan alat detektor tersebut langsung di masukan ke dalam tabung yang sudah dibuat khusus. Lalu kemudian tabung tersebut di letakan pada mesin ujicoba kemarin, lalu dengan cepat hewan itu berubah menjadi partikel atom menyerupai debu dan menghilang.
Setelah melihat hewan tersebut menghilang, Ipul pun langsung bertanya
“Apakah itu berhasil po.?” Tanya Ipul penasaran
“Ehmm tunggu sebentar.!” Jawab App0 sembari melihat ke layar monitornya
“Sip. Kita berhasil Empul.!” Kata App0 sambil menoleh ke arah Ipul dengan tersenyum senang.
Lalu mereka pun melompat kegirangan kesana kemari, karna telah berhasil membuat alat yang super canggih itu.
Kemudian meraka berdua pun lansung memberi nama alat tersebut dengan nama
"Penerobos Semesta", Teriak mereka dengan kompak.
Mesin yang mereka buat itu, adalah sebuah alat yang dapat menembus ruang dan waktu. Dan dapat memindahkan objek apa pun kemana saja dan kapan saja, sesuai keinginan si pengguna alat.
Setelah percobaan ke empat tadi berhasil, mereka mencoba membulatkan tekat untuk melanjutkan percobaan mereka selanjutnya menggunakan media manusia.
Sebagai bahan uji cobanya, Ipul bersedia menjadi kelinci percobaan berikutnya.
Tapi App0 disitu masih ragu, apakah mesin ini dapat memindahkan Ipul dengan aman ketempat yang mereka inginkan. Sambil berpikir dia pun mencoba menganalisa semua resiko yang akan terjadi nanti, dan mencari jawaban penyelesaian jika terjadi sesuatu dengan media uji.
Setelah lama menimbang dan menghitungkan dampaknya, ia pun memilih untuk melakukan percobaan ulang kepada hewan kembali.
Dengan memberinya beberapa alat yang dapat memonitor pergerakan serta mendeteksi titik keberadaan nya saat itu juga. Agar nanti sirkuit penjelajah ruangnya itu dapat menarik kembali objek tersebut ketempat semula, intinya agar objek bisa di kembalikan dengan paksa oleh sirkuit penjelajah ruang ke tempat semula.
“Tapi untuk membuat alat tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dan mekanismenya juga rumit.” Ujar App0 dalam hati seraya berpikir keras untuk membuat alat pendukung.
“Hei.. Hei... Kok kau malah melamun Po. Gimana ini jadi enggak percobaan kita selanjutnya.?” Tanya ipul sembari mengejutkan App0 yang sedang terdiam memikirkan sesuatu.
”Tunggu sebentar ya wahai makhluk durjana, aku sedang mencoba berpikir bagaimana caranya membuat alat yang dapat menarik paksa kembali objek yang sudah dikirimkan hanya dengan mengetahui titik koordinatnya saja.”
“Agar nantinya, dirimu bisa kembali lagi kesini setelah selesai melakukan perjalan anda itu.!” Tegas App0 dengan sedikit menjelaskan.
“Oh iya ya benar juga kata mu, kok aku enggak kepikiran ya.” Celetuk Ipul sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Padahal sudah di lihat semua yang di kirimkan tidak ada yang kembali lagi.” Lanjut App0 sambil melirik tajam ke arah Ipul.
“Jadi kalau nanti aku berhasil di kirim, sudah di pastikan aku tak bisa kembali lagi kesini.” Timpal Ipul kembali sambil menunjukan raut muka cengengesan.
“Baiklah, selagi kau mencari bagaimana solusi untuk mengatasi masalah itu.”
“Aku mau keluar dulu mengambil makanan untuk kita” Katanya kepada App0
“Selamat ber bingung-bingung ria ya teman ku imut. Hahahaha.” Godanya sembari tertawa dan melangkah pergi keluar menuju dapur.
“Entul lah.! Hahaha.” Balas App0 merasa sedikit kesal namun ikut tertawa.
Setelah Ipul keluar dari ruangan, App0 pun mulai mencoba mengotak-atik monitornya untuk membuat sebuah alat yang di maksudnya tadi.
Dan mencoba membentuknya seefisien mungkin, agar dapat berfungsi sesuai dengan keinginan nya.