Perjalanan Wisata

789 Words
Cerita berawal dari keberangkatan sekelompok pemuda untuk liburan ke beberapa tempat wisata menggunakan kapal laut dari kotanya menuju kota pertama yang ingin mereka kunjungi. Sebelum jadwal keberangkatan kapal, terlihat seluruh penumpang berbondong memasuki kapal bersama rombongan pemuda berjumlah Empat orang yang ingin liburan. Ketika salah satu dari mereka melangkah masuk melewati pintu kapal Tiba-tiba terdengar suara yang berbisik pelan di telinganya, seperti seseorang meminta pertolongan. Suara itu Terdengar jelas ditengah riuhnya suara penumpang. Sentak iya pun terkejut, Sembari menoleh ke kiri dan ke kanan dengan perasaan bingung Namun yang dilihatnya hanyalah para penumpang yang beriringan memasuki pintu kapal bersamanya. Tidak terlihat seorang pun yang seolah berbicara dengannya, atau pun memanggilnya. Setelah berjalan menuju kamar penumpang Ia terus berfokus mencoba mendengarkan lagi dan kesana kemari melihat untuk mencari dari mana asal suara yang didengarnya tadi. Namun sesampainya dikamar penumpang dia tidak lagi mendengar suara tersebut. Setelah meletakan barang bawanya di kamar penumpang, seluruh teman-teman nya menghampiri dan mengajaknya bersantai di sebuah cafe yang ada di lantai paling atas kapal tersebut. Karna ajakan mereka, pria yang bernama ipul itu pun tidak lagi memikirkan apa yang didengarnya tadi. Setelah perjalanan dua hari menggunakan kapal tersebut, mereka pun sampai di dermaga kota pertama yang mereka tuju. Dari sinilah cerita petualangan seorang pemuda bernama Ipul Darmasah yang berumur 29 tahun pun dimulai. Setelah rombongannya keluar dari dermaga kapal, mereka pun bergegas menuju stasiun kereta api dengan menggunakan taksi yang telah mereka pesan. Sesampainya mereka di stasiun kereta, mereka pun menuju ke ruang tunggu keberangkatan kereta api sembari bersantai dan besenda gurau menunggu jam keberangkatan kereta api. Waktu keberangkatan pun tiba, terlihat kereta yang akan mereka naikin telah sampai ditempat mereka menunggu, terlihat semua penumpang mulai bergerak menuju kereta tersebut untuk mencari tempat duduk mereka masing-masing. Ipul dan teman-temannya pun bergegas memasuki gerbong kereta dan mecari nomor kursi yang sudah tertulis di tiket untuk duduk dan bersiap berangkat. Sebelum keberangkatan kereta, mereka masih saja bercanda dan tanpa terasa sudah saatnya kereta akan berangkat. Lalu mereka pun duduk dengan tenang ditempat duduk mereka masing-masing dan kemudian kereta pun mulai bergerak menuju stasiun berikutnya. Setelah satu jam perjalanan kereta, ipul berdiri melihat seluruh gerbong tempat iya duduk itu, terlihat seluruh para penumpangnya tertidur. Hanya dia dan kepala rombongannya saja yang masih terlihat bangun. Kepala rombongan pun bertanya kepadanya “Kenapa kau tidak tidur.? Perjalanan kita masih jauh lo.!” Tanya pak Ucok kepada Ipul yang sedang berdiri melihat seluruh isi gerbong kereta sembari tersenyum. “Aku ingin menikmati perjalanan ini bos, makanya aku belum tidur.” Jawab ipul dengan membalas tersenyum. “Oh begitu ya.” Balas pak ucok sembari tertawa tipis mendengar jawaban ipul tadi. Ipul pun tersenyum dan mengangguk dan lalu duduk kembali memandangi luar jendela kereta yang sedang melaju. Setelah tiga jam berlalu tidak terasa kereta pun hampir sampai di stasiun terakhirnya. Mereka bergegas bersiap untuk turun sambil menunggu kereta benar-benar berhenti. Begitu kereta membuka pintunya, terlihat para penumpang dengan tertip turun dari kereta tersebut. Disitu ipul turun paling akhir dari kereta itu, dengan badan lemas seperti orang kebingungan. Kemudian temannya menghampiri dan bertanya. “Ada apa pul, kok kayak orang linglung gitu, mabuk kereta ya.?” Tanya Belle sembari bencoba meledeknya. Ipul sentak terkejut dan kembali sadar, lalu menjawab. “Ah tidak ada apa-apa kok bro. Emangnya aku kelihatan seperti mabuk kereta ya?” Tanya ipul keheranan. “ya aku kira begitu bro, hahahaha.” Jawab Belle sembari tertawa. “hahahaha. kamu bisa aja bro.” Balas Ipul yang juga ikut tertawa. Setelah itu mereka pun dengan tertip keluar dari statiun dan segera mencari taksi untuk pergi menuju ke terminal bis, dan melanjutkan perjalanan. Tidak perlu waktu lama mereka pun sampai ke terminal bis antar pulau, dan langsung mencari bis yang sebelumnya telah dipesan mereka. Setelah mereka mendapatkan tempat duduk untuk mereka dan menaruh barang-barang bawannya, mereka pun turun kembali dari bis untuk bersantai menununggu jam keberangkatan bis tersebut. Sembari memesan minum dan camilan disebuah warung yang ada di terminal bis tersebut, mereka kembali bersenda-gurau melakukan hal konyol yang biasa mereka lakukan untuk mengisi waktu agar tidak boring. Tanpa terasa jam keberangkatan bis pun tiba, mereka semua bergegas naik dan duduk di tempat duduknya mereka masing-masing. Setelah memastikan semua penumpang sudah masuk, bis pun mulai bergerak meninggalkan terminal. Perjalanan mereka memakan waktu yang cukup lama, sekitar 20 jam untuk sampai ketempat tujuan. Perjalanan mereka sudah berlalu 4 jam lamanya dan saat itu sudah malam. Semua penumpang bis itu pun mulai tidur satu persatu. Namun hanya satu penumpang saja yang masih terbangun saat itu. Hanya Ipul lah yang saat itu masih terlihat terjaga, melamun sembari memandangi suasana malam diluar jendela bis yang sedang melaju tanpa hambatan. Tak lama kemudian ipul yang mulai mengantuk, ia pun mengambil posisi tidur dan seketika itu juga ia terlelap.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD