Pagi menjelang. Udara kota Padang sedikit lembab sebab dari semalam, hujan tidak berhenti turun. Bahkan pagi ini pun, gerimis masih turun dengan malu-malu. Terkadang lebat, terkadang sedikit. Begitu saja terus, tiada henti. “Ibu? Hari ini ibu nggak jualan?” Amanda melihat ibunya masih santai di rumah sementara bahan dagangan ibunya nyaris habis. Biasanya kalau sudah seperti ini, Niyan akan langsung pergi ke pasar untuk membeli bahan mentah untuk loteknya. Niyan menggeleng setelah mendengar pertanyaan dari Amanda, “Tidak, Nak. Hingga hari pernikahan kamu tiba, sepertinya ibu tidak akan jualan dulu sebab mau fokus mengurusi pernikahan kamu. Walau pernikahan sederhana tanpa resepsi, tetap saja ibu dan ayah harus mempersiapkan semuanya dengan matang.” Amanda mengangguk. Gadis itu kembali te

