Selesai melaksanakan kewajibannya sebagai hamba, Jonas pun masuk ke dalam ruang ICU. Pria tampan dan bersahaja itu menemui suster jaga. “Permisi, Suster. Apakah ada perkembangan dari pasien Richard?” tanya Jonas, ramah. Sang suster menggeleng, “Masih sama seperti semalam, Pak. Tapi dilihat dari jumlah oksigen di dalam paru-paru serta tekanan darah, perlahan kondisinya memang mulai stabil. Hanya masih belum sadarkan diri.” Jonas tersenyum, walau senyuman itu tidak terlihat oleh perawat karena tertutupi masker, tetap saja jelas terpancar senyuman manis dan tulus dari bibir Jonas. “Terima kasih, Suster. Boleh saya ke sana?” “Silahkan, Pak.” Jonas pun melangkah menuju ranjang Richard. Pria itu masih terbaring lemah tak sadarkan diri. Tangannya yang terluka akibat sayatan oleh perbuatanny

