BAB – 27

1807 Words

Niyan sudah duduk di atas karpet, begitu juga dengan Amanda. Sementara Disa membawa adiknya menonton televisi dengan volume seadanya. Beberapa menit, ruang tamu Iman hening. Hanya terdengar suara televisi dari film yang ditonton oleh Fadli dan juga Disa. Iman, menghela napas. Ia menatap putrinya dengan tatapan sayu. Tidak menyangka bahkan tidak pernah termimpikan sedikit pun oleh pria itu bahwa akan ada seorang pria yang tiba-tiba saja melamar putrinya di saat usia Amanda masih belia, menurutnya. Dua puluh tahun memang sudah cukup matang untuk menikah. Akan tetapi, mengingat Amanda memiliki cita-cita yang tinggi, Iman rasanya masih enggan melepas putrinya untuk menjadi istri seseorang. Apalagi orang asing yang baru saja dikenalnya saat ini. “Ada apa, Ayah?” tanya Niyan membuka pembicar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD