BAB – 25

1915 Words

“Ternyata makanan sederhana seperti ini, enak juga,” ucap Jonas seraya meneguk segelas air mineral yang sudah disiapkan ibunda Amanda untuknya. “Anda mau tambah?” tawar Amanda. Gadis itu mulai melunak. Jonas menggeleng, “Mungkin lain kali aku mau lagi.” “Hari sudah mulai senja, anda tidak berniat pulang?” Jonas memutar wajahnya dan menatap wajah Amanda, “Pulang? Untuk apa?” “Untuk pulanglah, memangnya untuk apa lagi? Lagian tidak enak dilihatin warga terus.” Amanda terus berusaha mendesak Jonas untuk segera pulang. “Bukankah tujuanku ke sini untuk menemui ayah dan ibumu? Untuk membicarakan perihal pernikahan kita? Sementara aku belum merealisasikannya.” “Pernikahan palsu!” ujar Amanda, ketus. Ia kembali membuang muka. “Setidaknya kau tidak akan menuntutku atas tuduhan pemerkosaan,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD