Cokelat Manis dan Kopi Nikmat

2106 Words

Disa masih termenung di tempatnya tanpa berniat beranjak. Ruang perpustakaan yang tadinya terang benderang kini berubah gelap. Apa lagi ditambah suasana sepi, membuat Disa semakin meremang. Ia cukup bergidik saat ini. Bukan karena takut gangguang dari makhluk astral, tapi karena ia memang cukup takut dengan gelap dan kilatan petir. Apa lagi disertai dengan hujan badai dan guruh. Beruntung, tidak lama lampu kembali menyala. Sang petugas perpustakaan menghidupkan genset sembari menunggu petugas PLN memperbaiki gardu lampu Universitas. “Adik tidak apa-apa?” tanya seorang petugas ketika melihat Disa masih terpaku di tempat duduknya. Disa menggeleng, “Petir dan guruh tadi sangat keras. Aku agak takut,” balas Disa. “Iya, cuaca seperti ini banyak mahasiswa yang memutuskan untuk tidak kuliah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD