BAB – 9

1611 Words
“Pak ... pak ....” Amanda memukul-mukul pipi Jonas. Pria itu sudah berbaring di atas ranjang. Dengan susah payah, Amanda mengangkat tubuh Jonas dan membaringkannya di atas ranjang. Akibat kejadian itu, Amanda jadi melupakan keinginannya untuk buang ɑir besɑr. Tidak lama, Jonas tersadar. Ia menyentak dengan kasar tangan Amanda yang masih memukul pelan wajahnya. “Alhamdulillah ... bapak akhirnya sadar juga.” Amanda tersenyum. “Menjauh dariku, hush ... hush ....” Jonas mengusir Amanda dan menyuruh gadis itu turun dari ranjang dan menjauhi tubuhnya. Amanda turun, kembali berdiri kaku, “Ma—maaf, Pak. Tadi saya tidak sengaja.” “Apa kamu sudah jadi ke toilet?” Amanda menggeleng, “Saya tidak tahu di mana toiletnya.” Jonas mendengus kasar. Pria itu pun turun dari ranjang dan menarik tangan Amanda masuk ke dalam kamar mandi dengan dinding kaca transparant. “Bisa pakai toilet duduk’kan?” Amanda kembali menggeleng, “Di rumah saya biasanya pakai kloset jongkok, Pak. Di kampus juga adanya kloset jongkok juga.” Kampus? Apa benar gadis ini adalah mahasiswi atau hanya berhalusinasi saja. Jonas kembali bergumam dalam hatinya. “Baiklah, sini aku ajarkan. Pertama, kamu buka tutup klosetnya seperti ini. Lalu kamu duduk di atas sini. Setelah selesai, kamu tekan tombol yang ini untuk menghanyutkan semua kotoran, lalu tekan tombol yang ini untuk membersihkan kotoran yang masih menempel di bokongmu. Jelas?” Amanda mengangguk. “Ya sudah, sekarang cepat selesaikan. Setelah itu kamu juga mandi dan segera berganti pakaian. Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi.” Jonas melepaskan tangannya dari lengan Amanda dan mulai melangkah ke luar toilet. Setelah Jonas ke luar dari tempat itu, Amanda pun mendorong pintu kaca itu hingga tertutup sempurna. Gadis itu kemudian menutup dinding kaca bening itu dengan tirai yang memang sudah tersedia di sana. Perlahan, Amanda mulai membuka pengaman tubuh bagian bawah. Hasrɑt itu tiba-tiba saja kembali terasa. Perut yang tadinya sudah lupa dengan tujuannya, kini kembali melilit. Amanda pun dengan cepat duduk di atas kloset dan membuang semua hɑsrat tadi hingga tuntas. Selesai dengan hasrɑtnya, Amanda pun lanjut berniat membersihkan dirinya, seperti perintah Jonas. Amanda mulai mencari-cari gayung, namun ia tidak menemukan benda itu. Amanda pun mulai mencoba memutar, menekan atau menyentuh apa saja yang bisa ia sentuh di ruangan itu. Ini adalah pertama kalinya Amanda masuk ke kamar mandi dengan desain mewah seperti itu. Bahkan melihat toilet duduk pun, itu juga baru pertama kali bagi Amanda. Selama ini ia tahu dengan semua benda itu hanya dari internet saja. “AAAHHH ....” Amanda berteriak ketika sesuatu terjatuh dari atas kepalanya. Guyuran air dari shower membasahi tubuh Amanda yang masih berbalut pakaian bagian atas. Jonas yang tengah bersantai di kursi bundar, tersentak mendengar teriakan Amanda. Pria itu seketika bangkit, berjalan menuju pintu kamar mandi dan membuka pintu itu dengan tiba-tiba. “AAAAA ....” Amanda semakin berteriak lebih keras lagi, ketika melihat Jonas sudah berdiri di depan pintu kamar mandi kaca. “Pak, ngapain bapak pakai masuk segala? Mau ngintipin saya mandi?” Amanda berjongkok dan bersembunyi di balik bathtub. “Kamu ngapain pakai teriak-teriak segala?” Jonas masih berdiri di sana. Ia terpaku sebab sekilas tadi melihat sebuah benda manis yang belum pernah ia lihat selama ini. “Saya kaget. Ketika saya memutar salah satu keran, tiba-tiba saja ada air yang keluar dari atas dan saya jadi basah,” jawab Amanda yang masih saja bersembunyi di balik bathtub. Jonas menghela napas, ia begitu kesal. “Ya sudah, kalau begitu cepat mandi. Saya tidak ingin menunggu lama.” “Bapak keluar dulu dong. Masa bapak mau lihatin saya mandi? Memangnya bapak nggak malu ngintipin orang lagi mandi?” Jonas kembali terpaku. Ia semakin kesal dengan tingkah Amanda. Tanpa menjawab pertanyaan Amanda, Jonas keluar dari kamar mandi dan menutup pintu kaca itu dengan kasar. Dalam keadaan tanpa pengaman bawah, Amanda perlahan berjalan mendekati pintu kamar mandi dan mengunci pintu itu dari dalam. Huft ... syukurlah orang itu sudah pergi. Aku harus segera mandi biar sedikit lebih segar. Amanda bergumam dalam hatinya seraya membuka satu persatu pakaiannya. Setelah tubuhnya benar-benar polᴏs, Amanda pun mulai membersihkan seluruh tubuhnya. Di luar kamar mandi, Jonas kembali duduk dengan santai menghadap ke luar balkon. Pria itu tengah menikmati pemandangan ibu kota Jakarta dari salah satu kamar terbaik di hotel miliknya. Pandanganya nanar, pikirannya bingung. Tujuannya membayar mahal seorang gadis adalah untuk memberikan keperjakaannya. Akan tetapi, Jonas sendiri juga bingung harus memulainya dari mana. “Pak ... Pak ....” Jonas tersentak ketika mendengar suara Amanda. Pria yang tengah merenung itu, tiba-tiba berdebar ketika menoleh ke belakang dan melihat kepala Amanda muncul dari balik pintu kamar mandi. “Sudah berapa kali saya katakan, jangan panggil saya dengan sebutan itu!” Jonas kembali membuang muka. “I—iya ... Ma—maaf, Mas. Boleh minta tolong?” “Apa?” tanya Jonas ketus tanpa menoleh ke arah Amanda. “Bisa tolong ambilkan koper saya? Saya mau ganti baju tapi saya lupa membawanya ke dalam sini.” “Mengapa kamu malah menyuruh saya?” Jonas mulai marah. Ia sama sekali tidak beranjak dari duduknya. Jonas bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari langit kota Jakarta yang hitam dan cerah. “Saya nggak nyuruh bapak, eh maksudnya Mas. Saya itu minta tolong lho. Masa nggak boleh sich minta tolong?” “Kamu ambil saja sendiri!” ketus Jonas. “Tapi saya nggak pakai apa-apa. Memangnya anda nggak malu lihat gadis lewat depan anda tanpa memakai apa pun?” Jonas menghela napas, amarahnya mulai sampai di ubun-ubun, “Ambil sendiri, atau aku lempar kau ke bawah sana!” “Tadi katanya mau lempar saya dari pesawat, sekarang mau lempar saya ke bawah situ. Anda ini seorang pengusaha apa pembunuh sih? Jangan-jangan anda ini bayar saya supaya bisa bunuh saya ya?” Amanda seperti tidak kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan Jonas. Jonas bangkit, ia benar-benar sangat marah. Pria itu melangkah mendekati Amanda yang masih menyembunyikan tubuhnya di balik pintu. Sepasang mata pria itu terbelakak sempurna sebab ia benar-benar emosi. “Keluar dan ambil sendiri!” gertak Jonas dengan nada pelan tapi penuh penekanan. “Kalau diperhatikan, anda itu sebenarnya ganteng lho. Tapi kok bisa pemarah gitu sih? Gimana nanti kalau anda menikah, pasti nanti istri anda selalu dibentak-bentak setiap harinya.” Jonas tidak sanggup lagi menahan amarahnya. Ia membuka pintu kamar mandi itu dan menarik lengan Amanda dengan kasar. Jonas pun melempar tubuh yang berlalut handuk putih itu ke atas ranjang. Amanda tersentak. Ia tidak menyangka akan mendapat perlakuan demikian. Handuk itu nyaris saja terlepas. Untung Amanda dengan cepat menjepitnya kembali hingga handuk itu kembali menempel kuat di tubuhnya. Melihat Amanda dengan kondisi tɑnpa busana, dahi Jonas kembali berkeringat secara tiba-tiba. Tubuh berbalut handuk putih itu begitu menggoda. Kulit tangan, dɑda, pɑha dan kaki Amanda begitu mulus dan sangat bersih. Jantung Jonas seketika berdetak sangat kencang. Ada sebuah hasrɑt yang terasa di bagian tubuh pentingnya. Namun, bukannya mendekati Amanda dan menerkamnya, Jonas malah kembali memalingkan muka. Pria itu menyeka keringat yang menempel di dahinya. Perlahan, ia kembali berjalan mendekati dinding balkon dan duduk di sofa bundar. “Pak, maaf kalau saya sudah membuat anda marah. Saya akan mengambil koper saya sendiri.” Amanda turun dari ranjang seraya tertunduk. Ia berjalan mendekati kopernya. “Tidak perlu sentuh koper itu. saya sudah menyiapkan pakaian untukmu. Ambil di dalam lemari!” Amanda tidak menjawab. Kakinya ia langkahkan menuju lemari yang memang sudah tersedia di kamar itu. Amanda membukanya dan matanya terbelalak melihat jenis pakaian yang kini tergantung di lemari itu. Ada beberapa dengan warna berbeda, namun semua pakaian bentuknya sama saja. Seksí dan menggodɑ. “Mas, anda tidak salah menyuruh saya mengenakan pakaian ini? Ini sama saja dengan tidak memakai apa-apa,” protes Amanda. “Lalu kamu ingin pakaian seperti apa, ha?” jawab Jonas tanpa menoleh ke arah Amanda. “Pakai baju biasa, Mas.” “Memangnya kamu saya bawa ke sini untuk apa? Untuk melamar kerja jadi cleaning service di hotel ini?” Amanda terdiam. Ia baru ingat dengan tujuannya di bawa ke sini oleh Jonas. Bukankah Amanda tengah menjuɑl dirinya sendiri untuk pria kaya yang ada di hadapannya kini? “Cepat pakai! Aku ingin menyelesaikannya segera!” Amanda tidak menjawab. Ia mengambil salah satu pakaian yang tergantung. Amanda memilih lingerie warna hitam karena mewakili hatinya yang kini begitu kelam. Ia tidak menyangka jika kehormatɑnnya akan pergi dengan cara seperti itu. “Jangan banyak melamun, cepat pakai dan segera kita selesaikan!” ucap Jonas lagi. Kembali, Amanda tidak menjawab pernyataan Jonas. Gadis itu berjalan dengan lemah menuju kamar mandi. Ia menutup pintu itu dengan pelan dan menguncinya dari dalam. Perlahan, Amanda melepas handuknya. Ia menatap dirinya yang polᴏs tanpa sehelai benɑng pun lewat pantulan kaca besar yang ada di dalam kamar mandi. Amanda tiba-tiba menangis. Walau Jonas belum menyentuhnya sama sekali, akan tetapi Amanda sudah merasa jika dirinya begitu hina saat ini. Sebentar lagi, ia akan rusɑk. Kehormatannya akan koyɑk. Ia tak ubahnya sama dengan wanita-wanitɑ murahɑn yang menjajakan diri mereka demi memuɑskan pelanggɑnnya. Maafkan Amanda, Ayah ... maafkan Amanda, Ibu ... Maaf jika Amanda tidak bisa menjaga harga diri Amanda. Amanda terpaksa melakukannya. Amanda tertunduk seraya terisak. Air mata itu membasahi lantai kamar mandi yang memang sudah basah sebelumnya. “Kamu sedang apa di dalam? Masa pakai baju saja bisa memakan waktu berjam-jam?” Jonas mengetuk pintu kaca itu dari luar. Amanda yang tadinya masih tertunduk lemah, terkejut mendengar ketukan pintu dari luar. Ia bergegas bangkit dan membasahi wajahnya dengan air agar Jonas tidak tahu jika ia baru saja selesai menangis. Perlahan, Amanda pun mulai mengenakan pakaian yang sangat aneh dan begitu asing baginya. Lingerie itu membuatnya sangat tidak nyaman. Namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, Amanda harus tetap melaksanakan semua perintah Jonas. Atau ia akan dapat masalah nantinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD