Hot Guy, Hot Morning part 2

1309 Words
SCANDAL, TUAN GRISSHAM - - [Episode 2 ~ Hot Guy, Hot Morning part 2] Tapi di saat David akan melangkah kaki tiba-tiba saja... Brak! " David! " ucap Sean, Andre dan Marco dengan kaget karena melihat kemeja bagian perut David sudah basah dengan minuman yang tumpah tadi. " s**t! Bisa kerja nggak loe!!?? " bentak David pada pelayan club inj dengan marah. " Maaf Tuan, biar saya bersihkan. " Ucap pelayan itu dengan takut. Dan dengan tangan yang bergetar takut, pelayan itu membersihkan kemeja David yang bukanya bersih malah tambah kotor. " Begok tau nggak! Pergi nggak usah! Malah tambah kotor. " Umpat David dengan berteriak dan marah dan mendorong pelayan wanita itu hingga terjatuh. " Hei, manager bawa pelayan itu kebelakang. " Ucap Marco pada sang manajer agar segera membawa pelayan wanita itu segera pergi karena kalau masih di sini akan menjadi sasaran kemarahan David. Dan tanpa menunggu dua kali menager itu melakukan apa yang di katakan dan mengatakan... " Maafkan kelalaian kami. " Ucap manager dengan nada bersalah dan segera membawa pelayan itu pergi dari sana karena banyak pasang mata melihat ke arah mereka karena teriakan David tadi mengundang banyak pasang mata melihat ke arah mereka. " Bikin orang kesal aja deh, s**t! " umpat David yang masih saja kesal. " Elah, kasian pelayan tadi... Udah nih pake kaos gue! Masih baru nih! " ucap Sean melemparkan tas berisi kaos yang masih baru dan kasian dengan pelayan wanita tadi yang di bentak David hingga terlihat pucat dan tangan hingga gemetar. " Maksudnya loe nggak kasihan sama gue gitu? " ucap David dengan sewot karena mendengar perkataan Sean barusan yang malah kasihan dengan pelayan tadi dan bukan padanya. " Eh ngapain gue kasian sama loe! Loe itu CEO dari Grissham Tower dan orang kaya raya se City ini! Apa yang perlu di kasihani? Gue tuh kasihan sama pelayan tadi yang pasti akan di pecat! Loe ataupun gue nggak tau gimana hidup tuh pelayan! Gimana kalau dia itu tulang punggung keluarga? Kalau di pecat mau makan pake apa? Kalau udah di pecat dari sini! " ucap Sean yang realistis dan mengatakan tentang pelayan tadi. " Alah bacot! Tumben loe peduli sama orang apalagi cewek! Suka loe ya sama pelayan tadi? " ucap David yang tidak merasa bersalah. " Halah! Nggak guna kalau ngomong sama orang kayak loe! Sekarang mendingan loe ke belakang dan pastikan dulu kalau pelayanan tadi nggak di pecat karena yang gue lihat tadi tuh jelas-jelas salah loe, berdiri nggak lihat situasi dulu. " Ucap Sean yang membuat David mengumpat dengan kesal. " Iya buruan David, pastikan dulu! " ucap Marco ikut mengompori David itu dan membuat David semakin kesal. " Loe aja Dre. " Ucap David pada Andre sang sekertaris yang juga teman nya David itu. " Sorry ya Dav, ini udah di jam luar kantor... Sekarang gue aja ngomongnya sama loe pake loe gue dan manggil loe tanpa embel-embel Pak! So, aku nggak mau. " Ucap Andre dengan enteng dan di balas tawa cekikikan oleh Sean dan Marco dan tawa tertahan dari Andre. " Ah sialan loe! " ucap David dan segera beranjak berdiri dan ke belakang. " Bagus, gue lihat pelayan tadi lihat-lihat ke arah David melulu, gue yakin kalau cewek tadi suka sama David, suka pada pandangan pertama! Siapa tau bakalan bisa membuat David melupakan Jessica. " Ucap Sean kepada Marco dan Andre yang membuat dua temannya itu terkekeh mendengar penuturan Sean itu, mereka tidak tau kalau si Sean bisa se jeli itu. " Namanya Anna, kayanya kalau nggak salah. " Ucap Marco yang sering datang ke club ini dan familiar dengan semua pelayan yang ada di club, dari wanita maupun pria. " Pantesan, loe ngebet banget minta David buat nyusul in si Anna kebelakang jadi begitu, ada alasan terselubung nya, hahahaha. " Ucap Andre yang ikut tertawa. " Biarkan aja, lagian gue lama-kelamaan kesal juga sama David kalau nggak move on (melupakan) juga! Udah jelas-jelas si Jessica selingkuh dan sekarang udah nikah sama orang lain, masih aja berharap, emangnya ada apa nya sih? Si Jessica itu? Sampai si David nggak bisa berpaling walupun udah di khianati. " Ucap Sean dan membuat Marco dan Andre tertawa terbahak-bahak setuju akan omongan Sean itu. " Lubang nya lebih enak mungkin! " ucap Marco yang otaknya nggak jauh-jauh dari yang namanya s**********n pun mengatakan itu dan itu membuat Sean dan Andre semakin terkekeh. " Halah! Nggak ada lagian lubang si Jessica udah ada yang masuki lebih dulu sebelum di David, udah bekas! Gue kasian sama David, pebisnis sukses gitu harus punya cewek bekas orang lain, kayak nggak ada yang perawan aja. " Ucap Sean dengan terkekeh. " Eh tadinya loe bilang nggak kasihan sama David, kenapa soal s**********n gini loe jadi kasihan! " ucap Marco dengan terkekeh. " Gue yakin David nggak bisa melupakan si Jessica itu karena udah ada anak di antara mereka, Lucca kan anak antara Jessica dan David jadinya si David nggak bisa melupakan Jessica gitu aja donk! Soalnya kalau lihat Lucca pasti si David jadi keinget sama Jessica. " Ucap Andre yang benar adanya kalau di antara David dan Jessica sudah ada seorang anak dan itu yang membuat David tidak bisa dengan mudah melupakan Jessica. " Halah! Si David nya aja yang nggak mau move on (melupakan)! Jadinya ya gitu! Keinget terus walupun sang mantan udah jadi istri orang lain. " Ucap Marco dengan terkekeh dan di susul dengan Andre dan Sean. " Eh si David lama juga ya di belakang. " Ucap Sean dan di sambut dengan kekehan Marco dan Sean. " Biarkan aja, mungkin David lagi melalang buana." Ucap Marco dengan pikiran nakal. Sialan! - - - " Sudah saya bilang! Kerja yang bener sekarang malah berulah dengan tamu VVIP. " Ucap manager itu dengan perasaan marah dan Anna hanya terdiam karena ketakutan dan memang Anna yang salah. " Kalau saya lagi ngomong jangan diem aja! " ucap manager itu dengan marah dan saat manager akan menampar pipi Anna tiba-tiba saja ada suara yang menggelegar terdengar... " Pergi kau dari sini, aku ada urusan dengan pelayan ini! " ucap David dan itu membuat manager itu kaget begitu juga dengan Anna. " Matilah kau Anna! " ucap Anna dalam hati. Manager tadi pun segera pergi berlalu dan enggan untuk berurusan lebih lanjut dengan seseorang seperti David karena akan membuat sial orang seperti dirinya itu. Setelah manager itu pergi David melihat Anna dengan tatapan tajam dan Anna hanya bisa menunduk ketakutan karena di lihat seperti itu. " Selamatkan aku ya ampun! " ucap Anna dalam hati. " Lepaskan kemeja ku! " ucap David yang membuat Anna kaget hingga mengangkat kepalanya dan melihat ke arah David secara refleks. " Tapi Tuan... " ucap Anna terpotong karena mereka sedang berada di kamar mandi karyawan club ini dan Anna takut kalau ada pelayan yang melihat Anna dengan pria yang begitu hot ini. " Apa kau tuli! Apa mau saya tuntut! " ucap David dengan marah dan memaki dan Anna langsung melepaskan kancing kemeja David setelah mendengar kata-kata tuntutan dan itu tidak baik untuk seorang warga miskin seperti Anna. Anna tidak ingin terjerat hukum dengan seseorang berpengaruh seperti David ini. Dan dengan wajah yang pucat karena takut dan malu dengan tangan yang gemetar, Anna melepaskan kancing kemeja David dengan perlahan dengan menundukkan kepalanya karena Anna tidak sanggup jika harus menatap David karena tatapan David penuh dengan aura intimidasi. Hingga berada di tengah kancing, Anna melihat d**a bidang David yang sangat hot. Hot Guy (pria yang panas)! Dan ditambah lagi dengan bulu d**a yang menggoda dan perut David yang sixpack. " Oh God! Tolonglah Anna sekarang, Anna nggak kuat! " ucap Anna dalam hati. Hingga Anna berada di kancing terkahir untuk membuka kemeja David, tiba-tiba saja David melangkah maju ke arah Anna dan itu membuat Anna semakin terpojok ke dinding. " Eh... Tuan? " ucap Anna dengan gugup tapi David hanya diam saja dan... Cup! Oh God!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD