JALAN TERBAIK 18

1310 Words

#Dinda . . . Aku baru saja menyelesaikan shalat Dhuhurku. Kulipat sajadahku dan mukenaku dan diletakkan di atas lemari kecil di sebelah tempat tidurku. Perlahan pintu kamarku terbuka dan Mama muncul dengan senyum lembutnya. Aku membuang muka saat Mama datang menghampiriku. Aku lalu duduk di tepi tempat tidur sambil membenarkan jilbabku. "Anak pinter!" Pujinya seraya mengusap kepalaku. Aku terdiam. Selalu saja begini jika ada maunya. "Mama mau apa bilang aja. Nggak usah pake basa basi!" Kataku ketus tanpa menoleh ke Arahnya. Senyum Mama langsung menghilang. Mama berjalan menjauh dariku dan berdiri di sebelah jendela yang menghadap ke taman depan. "2 bulan lagi kamu menikah sama Alif. Ingat pesan Mama. Kamu jangan macam-macam. Mama nggak mau rencana kita gagal lagi!" Aku mendengus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD