#Prisil . . . "Ijinkan aku jadi imam dalam shalatmu. Menjadi pendamping hidupmu. Menjadi satu-satunya orang yang singgah di hatimu dan menjadi Ayah untuk anak-anak kita nanti..!" Aku tertegun mendengarnya. Ku kedipkan mataku perlahan dan mencoba mengontrol detak jantungku yang tiba-tiba berdenyut kencang. "Dinda?" Tanyaku lirih. "Kamu nggak perlu kuatir soal itu. Urusanku sama dia udah selesai. Dia mendukungku untuk segera menikahimu!" Ya Allah...jangan sampai aku di bangunkan dari mimpi ini. Dia telah kembali. Dia yang aku tunggu... Kurasakan tangannya mengusap pipiku. Aku tersadar dan masih mendapati dirinya berdiri di depanku. Jadi ini bukan mimpi? "Kok diem?" Tanyanya. Aku mengalihkan pandanganku. Aku harus menjawab apa? Dia bukan menembakku untuk menjadikannya pacar tapi

