Keesokan harinya, Evans membawa Fellycia ke rumahnya. Semua anggota keluarga sudah siap menyambut Evans dan Fellycia. Keluar dari mobil, Evans menyodorkan kursi roda, menyuruh Fellycia duduk. "Tapi, aku baik-baik aja, Vans. Kenapa diberi kursi roda?" “Biar kamu nggak capek, rumahku besar,"katanya sambil memberi instruksi agar Fellycia duduk. Wanita itu akhirnya nurut, kemudian Evans mendorong kursi rodanya. "Aku deg-degan, Vans,"kata Fellycia. "Oh ya, deg-degan ketemu calon Mertua?" Evans tertawa. “Ih..." Begitu pintu dibuka, Fellycia melihat banyak orang di dalam sana. Semuanya menatap Fellycia dengan berbagai macam ekpresi. Carla, Mama Evans yang pertama kali mendekati Fellycia. “Fell, ini Mamaku." “Fellycia tersenyum ramah,"ha...i, Tante." “Halo, Fellycia, senang bertemu dengan

