Bab 64. Gosip Kehamilan

1150 Words

Lia meremas telapak tangannya, menguatkan hati dan bersikeras menenangkan pikirannya. Meski itu percuma dan penyesalan akan tetap membuatnya runtuh, tapi dia tak ingin terlihat lemah. "Sekarang kita satu sama. Sama-sama hidupnya hancur dan saya harap setelah ini Pak Angga berhenti mengganggu hidup saya!" ungkap Lia dengan tegar. Mungkin bodoh dan bisa dikatakan murah*n, tapi Lia begitu buntu. Dia setuju saja dengan Angga dan membiarkan laki-laki itu mengambil kehormatannya. Sekarang dia sudah selesai dengan pakaiannya, meski Angga justru sebaliknya. Duduk bersandar di atas tempat tidur menikmati kepuasan yang baru saja didapatkan olehnya. "Ambil ini, saya tidak mau dituding tidak bertanggungjawab!" ujar Lia menaruh sejumlah rupiah di atas tempat tidur. Itu biaya perawatan untuk tub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD