"Makan yang banyak, untuk dua bayi mungil kita dan juga kamu," ujar Regan sambil tersenyum dan mengusap puncak kepala Mita. Alana juga tak terlewat olehnya dan memperhatikan putri kecilnya itu. Regan dengan penuh kasih sayang menambah beberapa potongan sayur pada piring Alana. Saat gadis kecil itu hendak protes, Regan mengubah ekspresinya. "Sebentar lagi Alana akan jadi kakak, jadi harus tumbuh dengan kuat," jelasnya, tapi pria itu sambil menatap tajam ke arah putrinya. Regan tak mau dibantah, dan Alana memang tak bisa membantahnya. Sementara Ranisa cuma bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan putranya. "Oh, iya. Dulu Mama juga suka memaksa aku makan sayuran supaya cerdas, dan sekarang Mama jangan lupa makan itu," jelas Regan yang ternyata tak melewatkan ibunya. Mita bersikeras

