NANA 32 : Mengambil Alih Tanggung Jawab

2157 Words

Aku masih tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Bukan suara Pandu yang kudengar di sambungan telepon. Suara Yasa lah yang menyapaku. Aku masih termangu menatap ponsel yang tergeletak dengan dengan layar di bagian bawah. Jantungku masih berdegup dengan sangat kencang. Kedua tanganku gemetar. Tak sadar aku mengusap perutku. Ada janin hasil buah cinta kami di dalam sana. “Itu tadi suara Papa, Sayang. Kamu kaget, ya? Sama. Mama juga kaget banget. Setelah sekian lama Mama nggak dengar suara Papa, akhirnya tadi bisa dengar suara Papa. Walaupun secara nggak sengaja. Mama minta maaf ya, Nak. Makan soto mi Bogor buatan Papa ditunda dulu. Nanti Mama coba ngomong lagi ke Om Pandu. Siapa tau Om Pandu bisa bawain kita banyak soto mi. Kamu sabar dulu ya, Sayang.” Beberapa hari ini, ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD