“Pa, kita mau ke mana lagi?” ujar Kiano. Kami baru saja selesai berpetualang mengitari Amazing Art World Bandung. Rasa-rasanya terlalu biasa kalau kami hanya berkeliling ke kebun teh di sekitaran villa. “Aku laper, Pa.” “Yaudah. Kita cari restoran dekat sini. Kita makan siang sebentar, baru lanjut jalan-jalan lagi, ya.” Kiano mengangguk dengan semangat. “Dit, cari restoran ayam goreng yang biasa aja. Kita makan siang dulu.” Matahari sudah semakin meninggi. Tak terasa sudah berjam-jam kami jauh dari villa. Karena terlalu larut dengan keseruan seharian ini, aku melupakan sesuatu. Tatjana. Kuhubungi Tatjana di luar restoran. Sementara yang lain tengah asyik menyantap makan siang mereka masing-masing. Berkali-kali kucoba untuk menghubungi Tatjana. Tapi, nihil. Tatjana tak kunjung menjawab p

