NANA 33 : Ibu Gagal Mendidik Kamu

2182 Words

Kata-kata Pandu saat itu terus bergema di telingaku. Aku tidak segila itu sampai harus mengiyakan permintaannya. Aku masih punya hati nurani. Tak mungkin aku menyusahkan orang baik yang sudah sangat membantuku selama ini. Bertanggung jawab atas bayi yang sedang kukandung? Ayolah, Pandu! Bahkan, ia bisa mendapatkan wanita yang beribu-ribu kali lipat jauh lebih baik dari aku, kan? Dia tak pantas mendapatkan aku. Lebih tepatnya, aku yang tak pantas mendapatkannya. Perbincangan kami kala itu cukup menegangkan. Ia terus saja berkeras ingin bertanggung jawab. Aku berharap apa yang dikatakannya hanyalah sekedar guyonan belaka. “Gimana, Na?” “Apanya yang gimana?” “Aku mau nikahin kamu.” “Kenapa kamu mau nikahin aku?” “Anak itu butuh ayah, Na. Kamu juga butuh suami supaya orang-orang nggak b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD