Perang dingin di antara aku dan Tatjana sudah berlangsung selama beberapa hari. Tatjana kembali lebih banyak diam dan sedikit menjaga jarak. Kadang, aku merasa bingung bagaimana caranya untuk bisa berdamai dengannya. Pernikahan kami benar-benar sebentar lagi. Tak sampai sebulan. Setelah kepulangannya ke Jakarta, memang benar ia membuktikan ucapannya. Kami—aku dan dirinya mengurus segala macam perintilan keperluan pernikahan. Hari ini, kami sudah membuat janji untuk melakukan fitting di butik. Kebaya yang akan dikenakan di acara akad nikah sudah rampung dijahit. Sang pemilik butik memintaku dan Tatjana untuk datang demi bisa mencoba baju sekedar untuk berjaga-jaga mana tahu ada bagian yang harus dibenahi. “Nana kayaknya gemukan, ya?” ucap seorang desainer yang mengambil alih pembuatan k

