*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Selepas kejadian itu. Hubungan aji dengan sang anak kembali membaik. Rasya kembali seperti semula kepada ayahnya, meski di awal kemarin Rasya terkadang selalu merasa takut. Dan selalu menghindari sang ayah. Kini semua itu hilang berganti dengan raut bahagia Rasya yang merasa senang karena sebenatar lagi akan pergi liburan akhir tahun. "Ayah, kita mau ke mana liburan ini?" Tanya Rasya dengan antusias. Aji tampak berfikir mengenai destinasi yang akan mereka datangi. "Gimana kalau kita liburan di rumah, tapi kita kemah di taman belakang? Abang mau gak?" Anak sulung Aji itu mengangguk dengan semangat. Sepertinya menarik berkemah di belakang rumah. "Boleh deh, tapi lama yah ayah." "Oke sip. Nanti seminggu kita kemah di belakang rumah." Dita yang mend

