BAB 22

1205 Words

Gadis itu berjalan sendirian ke arah toliet. Biasanya ia akan minta diantar oleh Hesya. Namun kali ini ia ingin sendiri. Tanpa disadari, beberapa orang mengikutinya dari belakang. Vio masuk ke dalam toilet perempuan dan segera menuntaskan urusannya. Ceklek! Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terkunci, ia langsung menoleh ke arah pintu. Ia mencoba membuka pintu itu dan menggedor-gedornya, namun sepertinya pintu itu dikunci dari luar. "Hey! Siapa yang ngunci pintunya? Jangan becanda dong!" teriaknya, namun tak ada respon. Ia terus berteriak sekuat tenaga, namun sia-sia, sepertinya tidak ada siapapun di luar sana. Ia pun baru ingat jika toilet itu jarang dilewati oleh para siswa. Ia mulai cemas dan takut. Bagaimana jika tidak ada orang yang datang lagi setelahnya. Ia pun ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD