BAB 38

1202 Words

Seorang gadis tengah duduk menghadap cermin sembari menyisir rambutnya. Tidak lupa ia juga memberikan sapuan bedak ke wajahnya. Hampir terlupa, ia meraih pelembab bibir dan mengoleskannya sedikit. Gadis itu tersenyum melihat pantulan dirinya. Ia bangkit dan meraih tas sekolahnya. Vio pergi ke dapur untuk sarapan. Di sana sudah ada kakak dan mamanya yang sedang menunggu. Ia disambut dengan senyum hangat keluarganya. "Ayo dimakan sayang," ucap Rima. Ia menyodorkan nasi goreng buatannya pada Vio. "Makasih, Ma." Mereka bertiga makan dengan tenang, hanya suara alat makan yang memenuhi ruangan tersebut. Setelah acara makan selesai, Vio bergegas berangkat sekolah diantar oleh kakaknya, Vano. Tidak lupa mereka pamit pada Rima. Masih ada waktu sekitar satu jam lagi hinggal bel sekolah Vio berb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD