BAB 16

1061 Words

"Eh ada si aa ganteng!" ucap bu Ika saat melihat Iyan. Iyan tersenyum menanggapinya. "Sekarang teh jadi sering kesini bertiga ya?" tanyanya. "Iya bu," jawab Iyan ramah. "Yaudah atuh sok dimakan ya," ucapnya. Setelah memberikan pesanan mereka berikut segelas air, bu Ika kemudian pergi. Mereka langsung melahap makanan di depannya dengan ganas. Meskipun kesini setiap minggu, rasanya mereka tidak pernah bosan menikmatinya. Mie ayam bu Ika memiliki rasa yang khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, itu sebabnya banyak orang yang selalu ketagihan makan disana. Termasuk Iyan yang merupakan pendatang baru di ibukota, namun sekali mencoba ia jadi ketagihan dan ingin menikmatinya lagi dan lagi. "Oh iya Sya, katanya lo mau nyeritain yang tadi?" tanya Vio sembari mengunyah makanann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD