Sena membanting remotenya ke lantai dengan gusar. Nara yang tengah mengunyah popcorn tersentak kaget dan membuat ember popcornnya jatuh beramburan. “Lo ngapain sih, Seeen! Kaget gue! Berantakan semua nih!” protes Nara kesal. “Itu! Ganjen banget tu sekuter. Sialan! Tampolable banget mulutnya! Ngapain dia nyebut-nyebut cowok gue jadi tipe idealnya coba? Najis banget kelakuannya! Pengen banget dikata cakep. Padahal muka pas pasan body lempeng, lurus, garing kayak kue semprong!” maki Sena yang langsung ditingkahi gelak tawa Nara. Nyaris sepuluh tahun berteman dengan Sena, kadang Nara masih tidak percaya kalau sahabatnya ini adalah putri bungsu salah satu orang terkaya di negara ini. Kue semprong? Anak konglomerat mana yang jajannya kue semprong? “Ya biarin lah, Sen. Anggap aja pungguk mer

