Bagian 17 “Gimana hasil pengamatan lo, Wi?” tanya Fatih saat mereka sudah sampai di kamar kostnya. “Gue lihat kamera CCTV itu ada di pojok garasi, teras, ruang tamu, dan ruang keluarga. Jadi ketika lo ke rumahnya lagi, pastikan gak ada adegan yang mencurigakan di sekitar situ,” papar sahabatnya. Fatih mengusap wajah dengan kasar. “Ah, sial!” umpatnya. Dia baru ingat kalau tadi sempat memapah wanita itu dan melewati ruang keluarga. Belum lagi ketika Cindy bersikap manja saat di ruang tamu. Bisa saja adegan itu akan dijadikan bahan untuk memperparah masalahnya. ”Wi, memangnya bisa ya CCTV itu diretas?” tanya lelaki itu penasaran. “Hmm … bisa aja sih, tapi gak gampang! Kenapa?” “Lo ‘kan lulusan Ilmu Komputer ya, bisa bantu gue buat nyuri rekaman CCTV rumah Cindy sekitar tiga bulan lalu?

