Aku melihat semua prajurit dan raja dengan zirah lengkap mengarah ke hutan.
"(Dia pingsan sambil berdiri) "dengan tatapan datar aku melihat akira di depanku.
Aku berjalan biasa saja dan mendekati raja dan pasukan nya, "permisi aku mau lewat"aku menyempil masuk ke dalam barisan prajurit.
Raja dan prajuritnya terdiam ,dan dia melihat ke arahku yang tidak memperdulikannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi disini? "Raja binggung melihatku.
"Paduka yang tadi di punggung salah satu pahlawan adalah, kepala dark dragon"prajurit membisikkannya.
"Jadi ini sudah selesai? "Raja melihat prajuritnya.
"Nampaknya iya"prajurit binggung melihatku.
Aku masuk ke dalam Benteng dan menuju rumah kate, aku membuka pintu dan melihat kondisi rumah yang sepi.
"Kate san!"aku terkejut karena dia tertidur di meja makan.
Kate melihatku dan terkejut,"reiji!"kate melompat ke arahku,"syukurlah kau baik-baik saja,eris bilang kau telah di bunuh naga wahhh"kate menangis.
Aku binggung dengan tatapan datarku, "(sebenarnya aku sudah mati sebelumnya? )"kataku dalam hati.
"Kan sudah aku bilang jangan ke red zone bodoh-bodoh"kate memukul dadaku, "mfhhhh, woekkk"wajahku di muntahkan kate san.
"Kau benaran marah kepadaku, bahkan muntah di wajahku "aku dengn tatapan datar dengan wajah di penuhi muntahan.
"Sebentar "kate belari menunju kamar mandi, "woekkkk"dia muntah lagi.
"Bisa aku duluan "aku dengan tatapan datar mengetuk pintu kamar mandi.
"Bau sekali! "aku menutup hidungku.
"Baik kau boleh pakai"kate langsung tertidur di atas meja makan.
Tak beberapa lama aku mandi, "kenapa kate san"aku menyelamkan kepalaku di air.
Selesai mandi aku melihat kate san yang memakan buah, "kate san"aku dengan tatapan datar.
"Kenapa reiji? "kate memakan buah cepat-cepat.
"Kate san hamil ya"aku dengan tatapan datar.
"Puffff,kenapa kau tahu padahal aku mau merahasiakan padamu dulu"kate gelisah melihatku.
"Ya aku tahu karena gejalanya saja, selamat ya"aku tersenyum kecil.
"(Gawat dia manis sekali) "kate melihat wajahku yang tersenyum.
Kate melirikku, "aku belum bisa memaafkanmu karena berada di red zone"kate memalingkan pandangannya.
"Maafkan aku,aku sungguh menyesal karena sudah membuat kate san khawatir"aku menundukkan kepalanya.
Kate san menundukan kepalanya, "baik aku maafkan "suara pelan kate.
"Ceklek"pintu depan yang terbuka, "reiji! "Eris, lisa, dan marry melompat ke arah aku.
"Syukurlah kau baik-baik saja wahhh"lisa menangis.
"Aku juga maafkan aku karena meninggalkanmu kemarin "eris menangis.
"Maaf aku tidak bisa berada disisimu reiji"marry menangis sambil memelukku.
"Pick-pick"aku menjewer pipi eris, dan lisa.
"Kalian berdua tenanglah! "Aku dengan tatapan datar.
"Aduh, dan juga kenapa marry tidak kau jewer curang!"eris menujuk marry yang memelukku.
Aku melihat ke arah marry, "pick-pick"aku menjewer pipi marry, "sudah kan"aku dengan tatapan datar.
"(Eh jangan-jangan reiji telmi) "lisa menutup mulutnya.
"Hahaha"Kate tertawa melihat kami yang dari tadi mengoceh, eris, marry, dan lisa saling pandang dan ikut tertawa.
Terdengar bunyi pintu depan kate berjalan, dan langsung membuka pintu.
"Permisi apakah benar disini, kediaman reiji"prajurit menundukan kepalanya.
"Iya benar sekali"kate tersenyum manis.
"Begitu ya, eh nona kate!"prajurit terkejut melihatnya.
Kami melihat prajurit yang berbicara secara formal dengan kate karena pangkat suaminya yaitu kapten prajurit.
Kate melihat ke arah aku, "anu reiji raja ingin bicara denganmu"kate tersenyum manis.
"Apa! "Eris,lisa,marry terkejut melihatku.
"Baik, tapi bisa dia tunggu sebentar "aku dengan tatapan datar.
~||~
Di guild petualang, "ceres san tidak masalah aku menaruh kepala naga nya menjadi pajangan disini "aku melihat kepala naga yang menjadi koleksi kepala monster yang ada di dinding.
"Tidak masalah, malahan kami senang reiji "ceres tersenyum manis.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu"aku meninggalkan ceres dengan tatapan datar.
"Tunggu reiji bayaranmu! "Ceres meneriakiku.
"Enggak pe..... "Aku mundur lagi dan membisikannya.
Ceres tersenyum senang, "baik aku paham "ceres tersenyum manis.
Banyak petualang yang terkejut melihatku karena aku membawa kepala naga, yang sekarang ini di pajang di guild.
"Reiji memang anak yang aneh hahaha"marc tertawa melihatku.
Di depan gerbang istana, banyak prajurit yang menyambutku sambil mengangkat pedang, mereka mengikutiku.
"Kalian menyebalkan sekali, bisa jangan ikutin aku terus"aku dengan tatapan datar dan tidak memperdulikan mereka semua yang terdiam karena perkataanku.
Aku melihat taman yang Indah di penuhi berbagai macam bunga, dan"(kenapa dia ada disini?) "aku binggung melihat akira bersama wanita sambil memegang bunga Mawar.
"(Histeriknya dia) "aku berjalan dan tidak memperdulikan banyak teman-temanku menatapku kesal.
Aku memasuki singasana, raja dan Ratu yang nampak menungguku.
"Terima kasih tuan pahlawan telah membantu kami"raja menundukan kepalanya.
Aku dengan tatapan datar, "(dia berterima kasih untuk apa?) "aku binggung.
"Karena anda telah membunuh dark dragon, maka kami semua akan memberi gelar anda "raja tersenyum melihatku.
"Enggak perlu"aku dengan tatapan datar.
"Eh"raja dan Ratu binggung melihatku.
"Jadi aku di panggil hanya untuk itu saja ya"aku menyilangkan lenganku.
"Tidak tuan pahlawan kami juga akan memberi anda hadiah "raja bercucuran keringat.
"Enggak perlu"aku menatap mereka berdua dengan tatapan datar.
"(Jadi apa maunya bocah ini!?) "raja gemetaran.
"(Jangan-jangan anak ini telmi?) "ratu binggung melihatku.
"Dan juga soal red herbal"aku mengeluarkan red herbal.
"Tunggu bukannya itu...... "Raja terdiam sekaligus banjir keringat karena aku menginjak red herbal.
"Kenapa tuan pahlawan melakukan itu, red herbal berguna untuk kesembuhan Putri kedua kami! "Ratu beteriak sambil meneteskan air matanya dan mencoba mengambil red herbal.
Aku menatapnya dengan tatapan datar melihat ratu di bawah kakiku, "grab"aku menarik ratu membuat dia bediri.
"Itu tidak bisa menyembuhkan apapun"aku kesal karena red herbal yang ada dimensional box, hanya daun biasa.
"Tapi itu hanya cara terakhir agar Putri kami bisa melihat"ratu menangis.
Aku menyilangkan lengan ku, "bisa aku melihat putri anda?"kataku.
Raja dan ratu terkejut mereka membawakku menuju kamar,saat kami masuk kamar aku melihat wanita berambut emas dengan mata yang terus terbuka.
"Ayahanda, ibunda"dia memanggil raja dan ratu.
"Ya kami disini "raja memeluk Putrinya.
"Dia sudah buta"aku melihat dia.
"Siapa disana? "Dia mengarahkan pandangannya ke arahku.
"Dia salah satu pahlawan yang membawakan obat untukmu "ratu menangis sambil memeluknya.
"Benarkah" wanita itu senang mendengar perkataan Ratu.
Aku mendekati dia, dia menyentuh tanganku, "kerasnya namun terasa hangat, apakah kau prajurit "dia bertanya kepadaku.
"Tidak aku hanya anak sma berumur 15 tahun"kataku.
"Sma itu apa aku tidak tahu, tapi nampaknya kita seumuran "dia tersenyum manis melihatku.
"Paman, bibi jangan menghentikanku walaupun dia menangis dan beteriak"aku dengan tatapan serius.
"Kami mengerti "raja dan ratu serempak.
"Maaf ini agak sakit,kau yakin bisa manahannya"aku bertanya padanya.
"Iya, aku akan mencobannya"dia tersenyum melihatku.
Aku mengarahkan tangan kananku ke matanya, "regeneration aktif "aku menggunkan skillku.
Mendadak matanya dia di masukan gumpalan daging dari dalam tubuhku.
"Wahhhhh, sakit hentikan kumohon"dia menangis dan beteriak sangat kencang sambil meronta-ronta namun aku menahan tubuhnya dengan tangan kiriku.
Raja dan ratu menahan diri sambil gemetaran, "ayahanda ,ibunda ini sakit sekali kumohon hentikan"dia mengerakan tangannya mencoba meraba-raba.
Ratu menyentuh tangan kanannya namun dia tetap diam, karena perintahku barusan.
"Hentikan!"raja dengan penuh amarah mencekikku dan menghantamku ke lantai.
Lantai sampai retak karena hantaman tubuhku namun,aku telah berhasil mencoba menyembuhkan matanya.
Wanita itu mencoba mengedipkan matanya dan melihatku yang sedang di cengkram Raja.
Aku melihat dia dengan tatapan datarku, dia melihatku dengan pipi merona "tampannya"katanya.
Raja melepaskan cengkraman di leherku dan mencoba memeluk putrinya.
Aku meninggalkan mereka tanpa mengucapkan satu katapun dan menutup pintu.
"sayang"raja dan ratu memeluknya.
"Aku sudah dapat melihat lagi ayahanda, ibunda"dia memeluk ayah dan ibunya dengan air mata terharu.
"Kuat juga cengkeramannya"aku menyentuh leherku yang memar merah.
Bersambung.