14.

793 Words

Ran Pov. Kami pun memasukkan baju-baju ke dalam koper yang akan kami bawa pergi honeymoon, Rania tampak senang sekali setelah mendengar ajakan ku. Dia terlihat sangat ceria dan bahagia sekali, apalagi setelah pengakuan cintanya padaku, hahaha. Sikapnya juga malu-malu saat aku menatapnya intens, dasar wanita! malu tapi mau. "Ran," panggilnya padaku. "Iya?" "Kita liburan ke Balinya berapa hari?" "Seminggu." Rania tampak kaget. "Apa kamu yakin?" aku mengangguk. "Memangnya kenapa?" "Tidak, aku pikir kamu sibuk dengan urusan kantor." Oh, itu ternyata yang dia pikirkan, aku kira kenapa? "Aku sudah minta cuti selama seminggu Rania." aku menjelaskan padanya. "Apa kantor tidak apa-apa jika ditinggalkan? apa papa tidak kewalahan mengurus kantor sendirian?" aku menoel hidungnya. "Ad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD