Kacau

1160 Words

Sudah hampir dua jam Raka duduk merenung di taman belakang rumahnya. Semenjak mendengar kabar Viona pergi, pikiran Raka langsung kacau seketika. Bahkan tadi malam ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan Viona. Rasa bersalah, rasa sedih, rasa menyesal, bercampur menjadi satu menyerang hati dan pikirannya. Dalam hatinya, ia berkali-kali mengutuk dirinya sendiri karena sudah tega menyakiti orang yang selama ini selalu membuatnya tertawa dan bahagia. Dapat ia bayangkan, bagaimana susahnya Viona menghadapi ini semua diusianya yang baru menginjak dewasa. Tapi mau bagaimana lagi? Semuanya sudah terjadi dan nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Mau tidak mau, ia harus mempertanggung jawabkan pilihannya sendiri. “K-katanya mau berobat?” Esther tiba-tiba muncul dengan menggerakkan kursi rodany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD