Tak terasa, satu bulan telah berlalu. Bahagia dan duka telah Viona dan Raka lewati bersama-sama. Meskipun selalu ada masalah yang menerpa, mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin. Tidak lagi bertengkar sampai kabur-kaburan, karena Raka sudah berhasil mendidik Viona menjadi sedikit lebih dewasa. Hubungan Raka dengan kakaknya juga sudah mulai membaik. Gisel sudah mulai dekat dengan Viona, meskipun terkadang perlakuannya pada Viona masih sedikit buruk. Seperti mengejek Viona, merendahkan, atau bahkan tak segan-segan memarahinya. Viona sendiri mencoba untuk bersabar. Ia memaklumi watak Gisel yang memang sangat keras, walau terkadang ia sendiri juga ingin menghantam mulut wanita itu dengan tangannya, setiap kali wanita itu merendahkannya. “KAKAK CANTIK!!!” Rega yang sedang

