“Lyn ... mau sekeras apapun gue berusaha buat hancurin hidup Raka, kalau si Rakanya bisa tegas, hubungan dia sama Viona nggak bakalan rusak. Kuncinya kan cuma ada di dia. Viona marah juga bukan karena perkara rekaman doang, kan? Titik permasalahannya itu bukan ada di gue, tapi di Rakanya sendiri. Gue ini ibaratnya cuma kompor aja, yang membantu memanas-manasi mereka.” “Sama aja. Lo juga sama biadabnya. Coba aja kalau lo nggak kasih rekaman itu, mungkin masalahnya nggak akan serumit ini.” Angga tertawa sinis. “Ya emang itu tujuan gue. Memperumit masalah mereka. Tapi dari awal udah jelas semua, kan? Viona ini marah karena suaminya bawa mantan pacarnya pulang ke rumahnya. Ditambah lagi, si Raka nggak mau ninggalin dengan alasan kasihan lah, nggak tega lah, merasa punya tanggung jawab lah,

