Viona si ratu savage

1105 Words

“Saya mau mengajukan permohonan cuti. Tolong segera ditanda tangani,” ujar Viona, seraya meletakkan surat permohonan izin cutinya di atas meja sang Kepala Akademik. Kedua orang itu menatap Viona heran. Namun Viona hanya diam dengan tatapan datar sambil melipat tangannya di depan d**a. Kalau Mahasiswa lain yang melakukan ini, mungkin sudah kena marah habis-habisan. Sudah lancang masuk tanpa salam, berbicara dengan Kepala Akademik tanpa sopan santun lagi. Tapi karena ini adalah Viona, istri dari keluarga pemilik Yayasan, jadi sang Kepala Akademik mencoba untuk memakluminya. Mau menegur juga tidak enak, karena ada suaminya di sini. Padahal beliau ini terkenal jauh lebih galak dari tukang fotokopi, tapi entah kenapa, Viona tidak ada takut-takutnya sama sekali. “Baik, tunggu sebentar ya,” ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD