Brakk!!! Gisel membanting sebuah map yang berisi kertas-kertas ke atas meja. Dia menatap Raka dengan tatapan yang sangat tajam, seolah ada sebuah kemarahan yang sedang ia tahan. “TIGA TAHUN LO MENYEMBUNYIKAN INI DARI MAMI, DAN LO NGGAK MERASA BERSALAH SAMA SEKALI? LO GILA, KA! LO GILA!” teriak Gisel dengan penuh emosi. Sementara itu, Viona hanya bisa melihat pertengkaran mereka sambil duduk melamun diujung sofa. Mau melerai pun tak akan bisa, karena keduanya sama- sama sudah tersulut emosi. Bahkan Ratna saja lebih memilih bungkam dari pada melerainya. Hanya Papi mereka sebenarnya, yang bisa menengahi pertengkaran ini, tapi sayangnya beliau masih berada di luar kota. “GUE TAU, LO CINTA MATI SAMA ESTHER! TAPI BUKAN KAYAK GINI CARANYA! LO UDAH KECEWAIN MAMI, LO BUAT MAMI NYESEL KARENA

