Pembahasan sensitif

1104 Words

“Makasih kadonya,” ujar Raka, ketika Bobby berjalan melewati dirinya. Bobby menghentikan langkahnya. Kemudian menatap Raka dengan senyuman manisnya sambil menganggukkan kepala. “Sama-sama,” balasnya. Raka berjalan menghampiri Viona. Sedangkan Bobby berlalu pergi dengan diiringi tatapan-tatapan julid dari semua orang yang melihatnya. “Aku ada undangan workshop siang ini. Nanti pulang sama Pak Rudi ya,” ucapnya pada sang istri. Viona mengangguk. “Nanti kalau kamu pulang lebih dulu, langsung jemput aja ya Mochinya.” “Iya. Ini sebelum berangkat workshop juga mau lihat ke sana dulu. Soalnya kata Mama tadi agak panas dikit badannya.” Viona menatapnya kaget. “Si Mochi?” tanyanya. “Iya. Nggak usah panik. Tadi udah dikompres sama Mama.” Viona menghela napasnya. Bagaimana tidak pani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD