Tisha perlahan membuka matanya. Ia menatap sinar lampu yang terasa silau baginya. Pandangannya yang tadi terasa kabur, kini mulai jelas. Ia mulai menyadari situasi yang kini dihadapinya. Ia menyadari kini tidak sedang berada di rumah Garlan. Tisha menoleh ke arah sebelah ranjangnya. Garlan tampak sedang duduk dan menatapnya dengan tajam. Ia bisa menerka alasan dibalik sikap Garlan itu. Ia pasti telah sangat merepotkannya. "Ini di rumah sakit?" tanya Tisha pura-pura polos. "Ya iya lah di rumah sakit. Masa di Hotel," jawab Garlan ketus. "Kan gue lagi sakit. Jangan galak-galak kek," rengek Tisha. "Kalo lo tau lagi sakit, kenapa maksa kerja! Kan lo bisa minta ijin ke gue buat gak masuk. Gue gak sejahat dan setega itu ngebiarin orang sakit buat kerja." Garlan menatap Tisha dengan penuh a

